Sewaktu saya bersekolah di SMP Negeri 1 Bogor, saya sangat ingin melanjutkan ke SMA negeri favorit yang berada di Bogor. Saya mempunyai niat itu semenjak saya duduk di bangku kelas 7 SMP oleh karena itu saya belajar dengan sungguh-sungguh.
Setiap ada try out-try out saya rajin mengikutinya. Saya juga mengikuti bimbingan belajar di salah satu tempat les di Bogor untuk membantu saya lebih siap menghadapi ujian. Ketika mengikuti try out-try out seringkali saya mendapatkan nilai yang jelek dan kurang memuaskan, tetapi saya tidak putus asa dan larut akan kesedihan justru dengan mendapatkan nilai jelek saya lebih giat berusaha untuk belajar lebih maksimal dan mendapat nilai yang bagus.
Hari ujian pun tiba. Saya sudah merasa siap untuk mengerjakan soal-soal ujian tersebut. Cukup tegang bagi saya menunggu hasil pengumuman. Saya terus berdoa agar keinginan saya untuk masuk SMA favorit dapat tercapai. Hari pengumuman pun tiba, saya sangat merasa senang karena ternyata nem saya hasilnya bagus dan saya diterima di SMA favorit yaitu SMA Negeri 5 Bogor. Saya sangat bersyukur karena usaha dan sikap tidak putus asa saya tidak sia-sia.

Saya mempunyai tetangga yang bernama Nurul Sumiasri adalah seorang peneliti di Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. Dalam usianya sekitar 56 tahun beliau masih berusaha produktif yakni menulis tulisan-tulisan ilmiah walaupun kondisi kesehatannya sudah tidak prima lagi. Sebagai peneliti utama golongan IV E beliau harus mengumpulkan sejumlah nilai kredit dari tulisan yang dihasilkan agar tetap mendapatkan tunjangan fungsional. Karena kalau tidak memenuhi persyaratan dalan 6 tahun, beliau akan dipensiunkan.
Sekitar 5 tahun yang lalu, beliau mengalami struk ringan dikarenakan penyakit darah tinggi. Dari penampilan muka, terlihat mulutnya sedikit mencong. Beliau berusaha dalam rangka penyembuhannya beliau mengatur menu makanan secara disiplin seperti mengurangi garam, daging, makanan berlemak, dan sebagainya. Selain itu beliau rajin memeriksakan kesehatannya di RS terdekat termasuk fisioterapi. Alhamdulillah, sekitar kurang lebih 6 bulan mulutnya sudah kembali normal dan tekanan darahnya menurun.
Sebagai tetangga paling dekat, beliau biasa mengunjungi kami kurang lebih seminggu sekali. Salah satu motivasi beliau untuk tetap bertahan ingin sehat adalah anak angkatnya yang bernama Alam. Alam adalah seorang anak Suku Dalam di pedalaman Jambi. Dalam salah satu survei sekitar 27 tahun yang lalu beliau meminta ijin kepada penduduk sekitar untauk membawa Alam pulang ke Jawa. Semasa kecil Alam disekolahkan di Jember sampai tamat SMA dan menyelesaikan pendidikan kedokteran gigi di UGM Yogyakarta. Kabar terakhir Alam berencana untuk menikah di awal tahun 2011.
Itulah sekelumit perjalanan tetangga kami, ibu Nurul Sumiasri. Hal-hal yang perlu diteladani adalah semangat juangnya, kerja kerasnya, dan pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan hiidup khususnya dalam menghadapi penyakit. Semoga belaiu tetap sehat dalam menjalani aktifitas sehari-hari.

halo halo halo hahahahaha tes doang ko

hari ini tanggal 27 juli 2010 jam 9 lewat banyak ada pelatihan blog d cyber merpati.

oh iya mending follow @kasayaaa aj ya hahaha makasih :)